Dipintarin menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui program Pelatihan dan Sertifikasi Certified Public Governance & Policy Analyst (CPGPA).
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Universitas Trisakti, Jakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan profesional dan perguruan tinggi, khususnya dalam peningkatan kompetensi di bidang tata kelola publik dan analisis kebijakan.
Program CPGPA dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif kepada peserta mengenai berbagai aspek penting dalam pengelolaan sektor publik. Materi pelatihan meliputi Analisis Kebijakan Publik, Manajemen Sumber Daya Manusia di Sektor Publik, Etika Pemerintahan dan Integritas Pejabat Publik, Gender, Inklusi dan Kepemimpinan, serta Politik dan Demokrasi Kontemporer.
Pelatihan direncanakan dilaksanakan pada Desember 2026 dan diikuti oleh 120 peserta. Dalam pelaksanaannya, program akan menghadirkan trainer yang sesuai dengan bidang keilmuan, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi, sehingga materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penerapan dalam konteks pemerintahan, organisasi, dan kebijakan publik.
Melalui program ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam memahami proses perumusan dan evaluasi kebijakan, pengelolaan sumber daya manusia sektor publik, penerapan nilai etika dan integritas dalam pemerintahan, penguatan kepemimpinan yang inklusif, serta pemahaman terhadap dinamika politik dan demokrasi kontemporer.
Kerja sama antara Dipintarin dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola publik.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan program peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik, pemerintahan, dan profesional, sekaligus mendorong terciptanya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.