PELATIHAN PENYUSUNAN POHON KINERJA DAN CASCADING KINERJA ASN

📅 Hari/Tanggal: Minggu–Senin, 15–16 November 2026
⏰ Waktu: Pukul 09.00 WIB s.d. selesai
đź’» Metode: Online via Zoom Meeting

Strategi Membangun Kinerja Pemerintahan yang Terukur, Berdampak, dan Akuntabel

1. INFORMASI KEGIATAN

  • Nama Kegiatan: Pelatihan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kinerja ASN
  • Tanggal: 15–16 November 2026
  • Waktu: Pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai
  • Durasi: 2 Hari Intensif
  • Metode: Online melalui Zoom Meeting
  • Penyelenggara: Dipintarin
  • Website: https://dipintarin.id
  • Sertifikat: Sertifikat Pelatihan Dipintarin

2. DESKRIPSI PELATIHAN

Penyusunan pohon kinerja dan cascading kinerja merupakan bagian penting dalam mewujudkan sistem manajemen kinerja pemerintahan yang terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Instansi pemerintah dituntut untuk memastikan bahwa visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan dapat diterjemahkan menjadi program, kegiatan, serta indikator kinerja yang jelas dan terukur. Setiap unit organisasi hingga individu ASN perlu memiliki keterkaitan kinerja yang logis agar seluruh aktivitas pemerintahan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari konsep, metode, dan praktik penyusunan pohon kinerja serta cascading kinerja, mulai dari identifikasi sasaran strategis, perumusan outcome dan output, penetapan indikator kinerja, penyusunan baseline dan target, hingga keterkaitannya dengan dokumen perencanaan dan pengelolaan kinerja ASN.

Pelatihan juga membahas integrasi pohon kinerja dengan dokumen perencanaan pembangunan, SAKIP, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP), serta Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

Dengan pendekatan berbasis praktik dan studi kasus, peserta diharapkan mampu menghasilkan rancangan pohon kinerja dan cascading kinerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan instansi masing-masing.

3. LATAR BELAKANG

Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan membutuhkan sistem pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada terlaksananya kegiatan, tetapi juga pada hasil dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

Dalam praktiknya, sejumlah tantangan yang sering dihadapi instansi pemerintah meliputi:

  1. Belum optimalnya keterkaitan antara tujuan strategis organisasi dan kinerja unit kerja.
  2. Indikator kinerja yang belum sepenuhnya menggambarkan hasil yang ingin dicapai.
  3. Belum kuatnya hubungan antara program, kegiatan, output, dan outcome.
  4. Kesulitan menerjemahkan sasaran organisasi menjadi sasaran kinerja unit kerja dan individu ASN.
  5. Ketidaksinkronan antara dokumen perencanaan, penganggaran, dan pelaporan kinerja.
  6. Belum optimalnya pemanfaatan data kinerja dalam proses monitoring dan evaluasi.
  7. Perlunya penguatan akuntabilitas kinerja dan orientasi hasil dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi aparatur dalam menyusun pohon kinerja dan cascading kinerja secara sistematis, logis, dan terukur.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami hubungan antara perencanaan strategis, pelaksanaan program, indikator kinerja, serta evaluasi hasil agar kinerja organisasi pemerintah semakin efektif dan akuntabel.

4. TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menyusun, mengembangkan, dan mengevaluasi pohon kinerja serta cascading kinerja pada instansi pemerintah.

Secara khusus, pelatihan bertujuan untuk:

  1. Memahami konsep dasar manajemen kinerja sektor publik.
  2. Memahami prinsip penyusunan pohon kinerja yang logis dan berorientasi hasil.
  3. Meningkatkan kemampuan merumuskan tujuan, sasaran strategis, outcome, dan output.
  4. Meningkatkan keterampilan melakukan cascading kinerja dari tingkat organisasi hingga individu ASN.
  5. Memahami teknik penyusunan indikator kinerja yang spesifik, terukur, relevan, dan dapat dievaluasi.
  6. Memahami penetapan baseline dan target kinerja.
  7. Mengintegrasikan pohon kinerja dengan dokumen perencanaan dan penganggaran.
  8. Memperkuat keterkaitan pohon kinerja dengan SAKIP, LKjIP, dan SKP.
  9. Meningkatkan kemampuan melakukan monitoring, evaluasi, serta perbaikan kinerja secara berkelanjutan.

5. MATERI PELATIHAN

MATERI 1: Konsep Dasar Manajemen Kinerja ASN

Materi ini membahas prinsip dasar pengelolaan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pokok pembahasan:

  • Pengertian dan tujuan manajemen kinerja sektor publik.
  • Perbedaan orientasi aktivitas, output, outcome, dan dampak.
  • Prinsip efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan orientasi hasil.
  • Hubungan antara perencanaan strategis dan pengukuran kinerja.
  • Peran indikator kinerja dalam pencapaian tujuan organisasi.
  • Tantangan implementasi manajemen kinerja pada instansi pemerintah.
  • Penerapan manajemen kinerja dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

MATERI 2: Penyusunan Pohon Kinerja Instansi Pemerintah

Materi ini membahas teknik menyusun pohon kinerja sebagai gambaran hubungan sebab-akibat antara sasaran dan hasil yang ingin dicapai.

Pokok pembahasan:

  • Pengertian, fungsi, dan manfaat pohon kinerja.
  • Identifikasi mandat, permasalahan, dan tujuan organisasi.
  • Penentuan sasaran strategis dan hasil yang diharapkan.
  • Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian hasil.
  • Penyusunan hubungan sebab-akibat antarhasil.
  • Penentuan outcome utama dan outcome antara.
  • Identifikasi kontribusi setiap unit kerja.
  • Validasi logika pohon kinerja.
  • Kesalahan umum dalam penyusunan pohon kinerja.
  • Praktik penyusunan rancangan pohon kinerja instansi.

Output materi: Draft pohon kinerja instansi atau unit kerja.

MATERI 3: Cascading Kinerja dari Organisasi hingga Individu ASN

Materi ini membahas proses penjabaran sasaran dan hasil organisasi menjadi kontribusi kinerja setiap unit dan pegawai.

Pokok pembahasan:

  • Konsep dan prinsip cascading kinerja.
  • Hubungan sasaran strategis organisasi dengan sasaran unit kerja.
  • Penjabaran kinerja dari pimpinan ke unit pelaksana.
  • Penyelarasan kinerja antarbidang dan antarunit kerja.
  • Penentuan kontribusi setiap jabatan terhadap sasaran organisasi.
  • Hubungan cascading kinerja dengan pembagian peran dan tanggung jawab.
  • Penyelarasan kinerja pimpinan, administrator, pengawas, dan pelaksana sesuai struktur organisasi.
  • Hubungan cascading dengan pengelolaan kinerja individu ASN.
  • Identifikasi kesenjangan dan tumpang tindih indikator kinerja.
  • Praktik penyusunan matriks cascading kinerja.

Output materi: Matriks cascading kinerja organisasi, unit kerja, dan individu.

MATERI 4: Penyusunan Indikator Kinerja, Baseline, dan Target

Materi ini membahas teknik menentukan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pencapaian sasaran organisasi.

Pokok pembahasan:

  • Konsep indikator kinerja utama dan indikator kinerja lainnya.
  • Perbedaan indikator input, aktivitas, output, outcome, dan dampak.
  • Karakteristik indikator kinerja yang baik.
  • Teknik merumuskan definisi operasional indikator.
  • Penentuan satuan pengukuran dan sumber data.
  • Penetapan baseline berdasarkan data yang tersedia.
  • Teknik menentukan target kinerja tahunan.
  • Pengukuran kuantitas, kualitas, waktu, dan aspek relevan lainnya.
  • Identifikasi risiko dalam pencapaian target.
  • Contoh penyusunan indikator kinerja perangkat daerah dan unit kerja.

Output materi: Rancangan indikator kinerja beserta baseline dan target.

MATERI 5: Integrasi Pohon Kinerja dengan Dokumen Perencanaan

Materi ini membahas penyelarasan pohon kinerja dengan dokumen perencanaan pembangunan dan dokumen kinerja instansi.

Pokok pembahasan:

  • Hubungan pohon kinerja dengan dokumen perencanaan strategis.
  • Penyelarasan tujuan dan sasaran dengan RPJMD atau RPJMN sesuai kewenangan.
  • Keterkaitan dengan Renstra perangkat daerah atau kementerian/lembaga.
  • Integrasi dengan Renja dan dokumen perencanaan tahunan.
  • Hubungan sasaran, program, kegiatan, dan subkegiatan.
  • Penyelarasan indikator kinerja dengan kebutuhan penganggaran.
  • Pemetaan kontribusi program terhadap outcome.
  • Identifikasi ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengukuran kinerja.
  • Penyusunan peta keterkaitan program dan outcome.

Output materi: Rancangan peta keterkaitan sasaran, program, kegiatan, dan outcome.

MATERI 6: Penguatan SAKIP dan Penyusunan LKjIP

Materi ini membahas peran pohon kinerja dan cascading dalam memperkuat akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Pokok pembahasan:

  • Konsep Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
  • Hubungan perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi kinerja.
  • Keterkaitan pohon kinerja dengan indikator kinerja instansi.
  • Pengukuran pencapaian target kinerja.
  • Analisis realisasi dan kesenjangan kinerja.
  • Penyusunan narasi capaian kinerja berbasis hasil.
  • Pemanfaatan data untuk mendukung pelaporan kinerja.
  • Hubungan pohon kinerja dengan penyusunan LKjIP.
  • Pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan kinerja.

Output materi: Rancangan keterkaitan pohon kinerja dengan pengukuran dan pelaporan kinerja.

MATERI 7: Penyusunan SKP dan Kinerja Individu ASN

Materi ini membahas hubungan antara kinerja organisasi, kinerja unit kerja, dan kinerja individu ASN.

Pokok pembahasan:

  • Konsep pengelolaan kinerja pegawai ASN.
  • Hubungan sasaran organisasi dengan ekspektasi kinerja pegawai.
  • Penjabaran kontribusi kinerja individu.
  • Penyelarasan indikator individu dengan hasil kerja unit.
  • Penetapan hasil kerja dan ukuran keberhasilan.
  • Hubungan perencanaan kinerja dengan dialog kinerja.
  • Monitoring pencapaian hasil kerja.
  • Evaluasi dan umpan balik kinerja.
  • Identifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi.
  • Penyelarasan praktik pengelolaan kinerja dengan ketentuan yang berlaku.

Output materi: Contoh matriks keterkaitan kinerja unit kerja dengan kinerja individu ASN.

MATERI 8: Monitoring, Evaluasi, dan Rencana Tindak Lanjut

Materi ini membahas cara memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja agar hasil yang direncanakan dapat dicapai secara optimal.

Pokok pembahasan:

  • Konsep monitoring dan evaluasi kinerja.
  • Penentuan periode pemantauan indikator.
  • Pengumpulan dan validasi data kinerja.
  • Analisis deviasi antara target dan realisasi.
  • Identifikasi akar masalah ketidaktercapaian target.
  • Penyusunan rekomendasi perbaikan.
  • Penggunaan dashboard atau matriks monitoring kinerja.
  • Penguatan koordinasi antarunit kerja.
  • Penyusunan rencana tindak lanjut.
  • Evaluasi efektivitas tindakan perbaikan.

Output materi: Rencana tindak lanjut perbaikan kinerja instansi atau unit kerja.

6. METODE PELATIHAN

Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan pendekatan pembelajaran interaktif dan aplikatif.

Metode pembelajaran meliputi:

  1. Pemaparan Materi: Penjelasan konsep, prinsip, dan metode penyusunan pohon kinerja serta cascading kinerja.
  2. Diskusi Interaktif: Pembahasan tantangan implementasi manajemen kinerja pada instansi pemerintah.
  3. Studi Kasus: Analisis contoh pohon kinerja dan cascading kinerja.
  4. Praktik Penyusunan Dokumen: Latihan menyusun pohon kinerja, indikator, dan matriks cascading.
  5. Simulasi: Penerapan hubungan antara sasaran organisasi, unit kerja, dan individu ASN.
  6. Evaluasi Pembelajaran: Penilaian pemahaman peserta terhadap materi pelatihan.
  7. Rencana Tindak Lanjut: Penyusunan langkah implementasi hasil pelatihan di instansi masing-masing.

7. JADWAL DAN RENCANA PEMBELAJARAN

HARI PERTAMA

Minggu, 15 November 2026
Waktu: Mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai

Fokus pembelajaran: Konsep manajemen kinerja, penyusunan pohon kinerja, dan cascading kinerja.

Materi:

  1. Pembukaan dan orientasi pelatihan.
  2. Konsep dasar manajemen kinerja ASN.
  3. Penyusunan pohon kinerja instansi pemerintah.
  4. Identifikasi sasaran strategis dan hubungan sebab-akibat.
  5. Cascading kinerja organisasi ke unit kerja.
  6. Diskusi dan studi kasus penyusunan pohon kinerja.
  7. Praktik awal penyusunan pohon kinerja peserta.

HARI KEDUA

Senin, 16 November 2026
Waktu: Mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai

Fokus pembelajaran: Indikator kinerja, integrasi dokumen perencanaan, SAKIP, SKP, dan evaluasi kinerja.

Materi:

  1. Penyusunan indikator kinerja, baseline, dan target.
  2. Integrasi pohon kinerja dengan dokumen perencanaan.
  3. Penguatan SAKIP dan keterkaitan dengan LKjIP.
  4. Penyelarasan kinerja organisasi, unit kerja, dan individu ASN.
  5. Monitoring dan evaluasi kinerja.
  6. Praktik penyusunan matriks cascading kinerja.
  7. Presentasi hasil praktik dan pembahasan.
  8. Penyusunan rencana tindak lanjut.
  9. Evaluasi pembelajaran dan penutupan.

Catatan: Rincian jam setiap sesi dan susunan acara final akan disampaikan oleh panitia penyelenggara.

8. MANFAAT DAN OUTCOME PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memperoleh manfaat sebagai berikut:

Manfaat bagi Peserta

  • Memahami konsep dan teknik penyusunan pohon kinerja.
  • Mampu mengidentifikasi sasaran dan hasil yang ingin dicapai.
  • Memahami penyelarasan kinerja antarlevel organisasi.
  • Mampu menyusun indikator kinerja yang lebih terukur.
  • Memahami keterkaitan perencanaan dan pengukuran kinerja.
  • Meningkatkan kemampuan monitoring dan evaluasi kinerja.
  • Memperoleh contoh dan rancangan dokumen yang dapat dikembangkan di tempat kerja.

Outcome yang Diharapkan

1. Draft Pohon Kinerja

Peserta menghasilkan rancangan awal pohon kinerja instansi atau unit kerja berdasarkan tujuan, sasaran, dan hasil yang ingin dicapai.

2. Matriks Cascading Kinerja

Peserta menyusun rancangan keterkaitan kinerja organisasi, unit kerja, dan individu ASN.

3. Rancangan Indikator Kinerja

Peserta memiliki rancangan indikator kinerja beserta definisi operasional, baseline, target, dan sumber data yang relevan.

4. Peta Keterkaitan Program dan Outcome

Peserta memahami dan memetakan kontribusi program serta kegiatan terhadap pencapaian sasaran organisasi.

5. Rencana Tindak Lanjut

Peserta menyusun langkah awal untuk memperbaiki sistem perencanaan, pengukuran, dan evaluasi kinerja di instansi masing-masing.

Dokumen yang dihasilkan merupakan rancangan pembelajaran yang perlu disesuaikan, diverifikasi, dan disahkan sesuai ketentuan serta mekanisme internal instansi masing-masing.

9. TARGET PESERTA

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  1. ASN pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
  2. Pejabat pimpinan tinggi dan pejabat administrator.
  3. Pejabat pengawas dan pejabat fungsional.
  4. Kepala perangkat daerah dan kepala unit kerja.
  5. Pegawai pada Bappeda/Bapperida.
  6. Pegawai pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
  7. Pegawai pada Inspektorat dan unit pengawasan internal.
  8. Pegawai pada BKPSDM/BKD.
  9. Sekretaris dinas dan kepala bidang.
  10. Perencana dan analis kebijakan.
  11. Pengelola SAKIP dan akuntabilitas kinerja.
  12. Penyusun Renstra, Renja, dan dokumen perencanaan.
  13. Pengelola program dan kegiatan pemerintah.
  14. Pegawai yang bertanggung jawab atas penyusunan SKP.
  15. Praktisi dan tenaga profesional yang berkaitan dengan manajemen kinerja sektor publik.

10. PERSYARATAN PESERTA

Untuk mengikuti pelatihan, peserta disarankan:

  • Memiliki minat atau tugas yang berkaitan dengan perencanaan dan manajemen kinerja.
  • Memahami struktur organisasi dan tugas unit kerja masing-masing.
  • Membawa contoh dokumen perencanaan atau indikator kinerja jika tersedia.
  • Menyiapkan perangkat komputer atau telepon pintar.
  • Memiliki koneksi internet yang stabil.
  • Mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.

Peserta tidak harus membawa dokumen rahasia atau data internal yang bersifat sensitif. Contoh dokumen yang digunakan dalam praktik dapat disamarkan sesuai kebutuhan.

11. METODE PELAKSANAAN DAN FASILITAS

Peserta akan mengikuti pembelajaran secara online melalui Zoom Meeting.

Fasilitas pelatihan yang direncanakan:

  • Akses pembelajaran melalui Zoom Meeting.
  • Materi pembelajaran dalam format digital.
  • Contoh format pohon kinerja.
  • Contoh matriks cascading kinerja.
  • Contoh penyusunan indikator kinerja.
  • Latihan atau studi kasus.
  • Sertifikat Pelatihan Dipintarin bagi peserta sesuai ketentuan penyelenggara.

Ketersediaan setiap fasilitas mengikuti ketentuan akhir yang ditetapkan panitia.

12. REGULASI DAN REFERENSI PEMBELAJARAN

Materi pelatihan mengacu pada prinsip manajemen kinerja sektor publik dan regulasi yang relevan, antara lain:

  1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
  2. Peraturan Menteri PANRB Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penjenjangan Kinerja Instansi Pemerintah.
  3. Peraturan Menteri PANRB Nomor 88 Tahun 2021 tentang Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
  4. Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara.
  5. Ketentuan mengenai perencanaan pembangunan nasional dan daerah yang relevan.
  6. Ketentuan mengenai penyusunan dokumen perencanaan strategis dan perencanaan tahunan instansi pemerintah.
  7. Peraturan lain yang relevan dengan manajemen kinerja ASN dan tata kelola pemerintahan.

Catatan regulasi: Daftar di atas merupakan referensi awal. Status keberlakuan, perubahan, pencabutan, serta ketentuan pelaksana terbaru perlu diverifikasi sebelum pelatihan. Penerapan materi harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, kewenangan instansi, serta pedoman teknis dari kementerian/lembaga terkait.

13. MENGAPA MENGIKUTI PELATIHAN DI DIPINTARIN?

Dipintarin merupakan platform pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi profesional di Indonesia.

Melalui program ini, Dipintarin mendorong pengembangan kemampuan aparatur dalam:

  • Menyusun perencanaan kinerja yang lebih terarah.
  • Mengembangkan indikator kinerja yang terukur.
  • Memperkuat akuntabilitas organisasi.
  • Meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
  • Mengoptimalkan evaluasi dan perbaikan kinerja.
  • Mendorong pelayanan publik yang lebih baik dan berdampak.

Program dirancang dengan menggabungkan pemahaman konsep, diskusi, dan praktik agar peserta dapat mengembangkan hasil pembelajaran sesuai kebutuhan pekerjaan.

14. PENDAFTARAN PELATIHAN

Tingkatkan kompetensi Anda dalam menyusun pohon kinerja dan cascading kinerja ASN bersama Dipintarin.

Ikuti pelatihan selama dua hari untuk memperkuat pemahaman tentang perencanaan kinerja, penyusunan indikator, penyelarasan sasaran, serta evaluasi kinerja organisasi pemerintah.

Jadwal Pelaksanaan:
15–16 November 2026

Waktu:
09.00 WIB sampai dengan selesai

Metode:
Online via Zoom Meeting

Pendaftaran dan Informasi:
Website: https://dipintarin.id

Untuk informasi biaya, tata cara pendaftaran, dan ketentuan peserta, silakan menghubungi Admin Dipintarin melalui kanal komunikasi resmi yang tercantum pada website.

Kuota peserta dan ketentuan pendaftaran mengikuti informasi resmi dari panitia.

15. PENUTUP

Peningkatan kinerja pemerintahan dimulai dari perencanaan yang jelas, indikator yang terukur, serta keterkaitan sasaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui Pelatihan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kinerja ASN, peserta diharapkan mampu mengembangkan sistem perencanaan kinerja yang lebih logis, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil.

Mari tingkatkan kompetensi aparatur untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dipintarin – Mendidik, Menginspirasi, Membangun Indonesia.

PELATIHAN PENYUSUNAN POHON KINERJA DAN CASCADING KINERJA ASN

PELATIHAN MANAJEMEN PUSKESMAS NASIONAL

Certified HIV/AIDS Prevention & Health Education Training

PELATIHAN AKUNTAN SPPG SE-SUMSEL

Certified AI Health Professional (CAHP)

Certified Digital Politics And Policy (CDPP)

PELATIHAN PENYUSUNAN POHON KINERJA DAN CASCADING KINERJA ASN

Lengkapi data pendaftaran Anda dengan jelas dan benar!

Registration Form